Sonntag, Dezember 07, 2008
To Serve and Protect
Kita udah sering denger yang kaya gini. Kapan ya Polri mau berubah?
Dah ga aneh kalu pemalak-pemalak yang paling jahat tuh sebenernya polisi, wong POLRI aja dinilai sebagai badan yang paling korupsi qo!
Beberapa hari yang lalu gua liat berita di tv yang nayangin soal SALAH TANGKAP!
Setelah beberapa bulan di penjara, akhirnya satu orang ini dibebasin karena tidak terbukti bersalah.
Nah yang bagusnya tuh dia dateng ke pers and buka busuk-busuknya polisi.
Dia bilang di dalem penjara dia digebukin. Mamanya diminta untuk ga ke pengacara (dgn alasan buang-buang uang) dan akhirnya malah minta uang dari sang ibu.
Tu anak salah tangkep selaen digebukin juga dipaksa ngaku kalu dia sebenernya bersalah.
Kasusnya lumayan aneh seh, tu anak kedapetan bawa narkoba pas lagi di wartel (klu ga salah).
Sekarang ada cerita kaya gini lagi di milis(-es). Kalu polisi sebenernya ga kaya gini, ngapain juga kan imel-imel kaya gini bisa sampe muncul?
Jadi inget lagu yang pernah dinyanyiin sekitar 10 taon yang lalu. Salah satu liriknya bilang," Pak Polisi... kura-kura ninja!" Mungkin lebih tepatnya dibilang pura-pura ninja kali yah?
To serve and protect... SELF!
Enjoy the story...
*dari milis laen*
Mungkin sebagian dari kita ada yg sudah tahu bahwa hukum di
Indonesia ini benar2 BIADAB. Bayangkan, semua bisa dibeli dengan
UANG....
Kemarin tgl 29 Juli 2008, saya ingin menjenguk teman saya yg
katanya sudah 2bln ini msk penjara karena NARKOBA. Waktu bertemu
dengan
dia, kondisinya sangat berubah. Badannya kurus sekali, matanya merah,
dan yang lebih tragis lagi dia seperti org kelaparan.
Dia cerita tentang kejadian yg menimpanya. Tgl 9 Juni 2008, Teman
saya ini pergi kedaerah kota untuk suatu keperluan. Sesampainya di
jalan ternyata ada razia polisi. Kebetulan dia yang bawa mobilnya dan
ada 1 teman l agi, jadi mereka berdua. Waktu pemeriksaan mereka berdua
disuruh keluar dari mobil, mobil mereka digeledah. Dan betapa kagetnya
teman saya itu waktu polisi memberitahu bahwa ada 2 butir ekstasi
dibawah jok depan. Padahal semua teman saya itu bukan pemakai. Mereka
juga tidak pernah pergi ke diskotik. Mereka meyakinkan polisi kalo itu
semua bukan milik mereka. Mereka bersedia untuk tes darah tapi
polisinya malah memarahi bahkan menampar kedua teman saya itu. Pada
saat teman2 saya tidak bisa apa2 lagi, polisi mengambil semua barang2
berharga teman saya itu ( Dompet, Jam, HP ). Yang lebih parahnya lagi
polisi itu menyuruh mereka untuk mengakui kalau Barang haram tersebut
milik mereka. Bersumpah dengan nama Tuhan pun kayanya sudah ga mempan,
akhirnya dengan pasrah teman2 saya itu mengiyakan semua perintah
polisi
tersebut karena kalau tidak, mungkin mereka akan dianiaya terus.
Teman2
saya itu kemudian di borgol lalu disuruh masuk ke mobil polisi
tersebut. Didalam mobil,polisi mulai nego harga dengan teman2 saya.
Mereka disuruh menyerahkan 2juta /org mlm itu jg, maka mereka akan
dilepaskan. Sewaktu teman2 saya mengiyakan permintaan mereka, TIM
BUSER
dari SCTV datang, jadi perjanjian itu tidak jadi terlaksana. Dengan
sok
gagah polisi2 itu dengan arogannya menarik teman2 saya itu kluar mobil
dan memberi penjelasan ke TIM BUSER tersebut kalau teman2 saya itu
adalah pemakai. Singkat cerita teman2 saya itu dibawa ke polres.
Disana
mereka dikurung selama 1bln dan baru kamis tgl 26 Juli 2008kemarin
mereka dipindahkan ke Rutan Salemba. Perlu diketahui juga, mereka
pindah ke Rutan pun harus bayar Rp 7.000.000 /org. Ternyata
penderitaan
mereka blm selesai sampai disitu. Mereka blg kalau mereka mau bebas,
mereka hrs membayar Rp 90.000.000 / org kepada polisi tersebut dan
kasus mereka pun secara otomatis akan ditutup. Sungguh biadab sekali
moral2 org2 itu. Perlu diketahui j g kalau didalam rutan itu d ika sih
makan sehari 2x dan nasinya bukan putih warnanya tetapi kuning.
Didalam
makanan tersebut sudah dicampur dengan bumbu supaya para napi akan
merasakan badannya lemas. Ditiap blok2 tahanan jg bebas. Mereka ada yg
memakai narkoba dan itu bisa terjadi bila mereka2 sang pengguna member
ika n uang sebagai uang tutup mulut kepada petugas2 tersebut.
Rekans, sewaktu saya dan teman2 saya ingin menjenguk pun tidak
kalah biadab nya para petugas2 tersebut. Dari pintu depan kita lapor
dan KTP kita ditaro, mereka minta uang administrasi Rp 5.000, trs
pindah loket utk taro HP karna disana kita ga blh bwh hp, kita byr
lagi
Rp 5.000, msk pintu utk pemeriksaan badan pengunjung byr lg Rp 5.000.
Sampai lah kita pada pintu terakhir dimana kita bisa bertemu dengan
teman saya tersebut. Saya dan teman2 saya msk ke sebuah ruangan. Tapi
sebelum kami bertemu dengan teman2 kami tersebut, kami hrs membayar Rp
10.000 unt uk ongkos panggil teman saya yg di sel. 10 menit berlalu
tapi
teman kami tdk kunjung datang. Petugas gadungan itu dtg lagi dan
memberitahu kami bahwa teman kami tdk ada di sel. Petugas itu
menawarkan jasanya kembali, dia akan mencari teman2 kami bila kami
membayar lagi Rp 10.000. Akhirnya dengan perasaan kesal, kami ksh lagi
uang tersebut. Sumpah!!! keadaan di ruangan tersebut bnr2 menger ika
n.
Kotor, sumpek, bau. Ternyata itulah ruangan pertemuan antara napi dan
penjenguk. Disana semua napi dan penjenguk bisa leluasa melakukan
adegan2 sronok. Ciuman bibir, pegang2 alat2 vital, mereka smua tdk
malu
utk melakukan hal tersebut. Mungkin smua itu bentuk pelampiasan rasa
rindu antara si napi dan si penjenguk. Yang lebih parahnya lagi, bagi
para napi yg menerima tamu, mereka diwajibkan membayar uang Rp 50.000
ke petugas. Jadi setelah selesai bertemu dengan teman saya tersebut
mereka kami beri uang Rp 100.000 utk mereka msk lagi kedalam. Kalau
mereka tdk membayar, mereka akan dipukuli. Sungguh biadab nya negara
kita ini!!!
Perlu diketahui juga didepan pintu masuk tertulis " TIDAK DIPUNGUT
BIAYA
APAPUN". Tapi apa kenyataan nya???
12 September 2008
Dah ga aneh kalu pemalak-pemalak yang paling jahat tuh sebenernya polisi, wong POLRI aja dinilai sebagai badan yang paling korupsi qo!
Beberapa hari yang lalu gua liat berita di tv yang nayangin soal SALAH TANGKAP!
Setelah beberapa bulan di penjara, akhirnya satu orang ini dibebasin karena tidak terbukti bersalah.
Nah yang bagusnya tuh dia dateng ke pers and buka busuk-busuknya polisi.
Dia bilang di dalem penjara dia digebukin. Mamanya diminta untuk ga ke pengacara (dgn alasan buang-buang uang) dan akhirnya malah minta uang dari sang ibu.
Tu anak salah tangkep selaen digebukin juga dipaksa ngaku kalu dia sebenernya bersalah.
Kasusnya lumayan aneh seh, tu anak kedapetan bawa narkoba pas lagi di wartel (klu ga salah).
Sekarang ada cerita kaya gini lagi di milis(-es). Kalu polisi sebenernya ga kaya gini, ngapain juga kan imel-imel kaya gini bisa sampe muncul?
Jadi inget lagu yang pernah dinyanyiin sekitar 10 taon yang lalu. Salah satu liriknya bilang," Pak Polisi... kura-kura ninja!" Mungkin lebih tepatnya dibilang pura-pura ninja kali yah?
To serve and protect... SELF!
Enjoy the story...
*dari milis laen*
Mungkin sebagian dari kita ada yg sudah tahu bahwa hukum di
Indonesia ini benar2 BIADAB. Bayangkan, semua bisa dibeli dengan
UANG....
Kemarin tgl 29 Juli 2008, saya ingin menjenguk teman saya yg
katanya sudah 2bln ini msk penjara karena NARKOBA. Waktu bertemu
dengan
dia, kondisinya sangat berubah. Badannya kurus sekali, matanya merah,
dan yang lebih tragis lagi dia seperti org kelaparan.
Dia cerita tentang kejadian yg menimpanya. Tgl 9 Juni 2008, Teman
saya ini pergi kedaerah kota untuk suatu keperluan. Sesampainya di
jalan ternyata ada razia polisi. Kebetulan dia yang bawa mobilnya dan
ada 1 teman l agi, jadi mereka berdua. Waktu pemeriksaan mereka berdua
disuruh keluar dari mobil, mobil mereka digeledah. Dan betapa kagetnya
teman saya itu waktu polisi memberitahu bahwa ada 2 butir ekstasi
dibawah jok depan. Padahal semua teman saya itu bukan pemakai. Mereka
juga tidak pernah pergi ke diskotik. Mereka meyakinkan polisi kalo itu
semua bukan milik mereka. Mereka bersedia untuk tes darah tapi
polisinya malah memarahi bahkan menampar kedua teman saya itu. Pada
saat teman2 saya tidak bisa apa2 lagi, polisi mengambil semua barang2
berharga teman saya itu ( Dompet, Jam, HP ). Yang lebih parahnya lagi
polisi itu menyuruh mereka untuk mengakui kalau Barang haram tersebut
milik mereka. Bersumpah dengan nama Tuhan pun kayanya sudah ga mempan,
akhirnya dengan pasrah teman2 saya itu mengiyakan semua perintah
polisi
tersebut karena kalau tidak, mungkin mereka akan dianiaya terus.
Teman2
saya itu kemudian di borgol lalu disuruh masuk ke mobil polisi
tersebut. Didalam mobil,polisi mulai nego harga dengan teman2 saya.
Mereka disuruh menyerahkan 2juta /org mlm itu jg, maka mereka akan
dilepaskan. Sewaktu teman2 saya mengiyakan permintaan mereka, TIM
BUSER
dari SCTV datang, jadi perjanjian itu tidak jadi terlaksana. Dengan
sok
gagah polisi2 itu dengan arogannya menarik teman2 saya itu kluar mobil
dan memberi penjelasan ke TIM BUSER tersebut kalau teman2 saya itu
adalah pemakai. Singkat cerita teman2 saya itu dibawa ke polres.
Disana
mereka dikurung selama 1bln dan baru kamis tgl 26 Juli 2008kemarin
mereka dipindahkan ke Rutan Salemba. Perlu diketahui juga, mereka
pindah ke Rutan pun harus bayar Rp 7.000.000 /org. Ternyata
penderitaan
mereka blm selesai sampai disitu. Mereka blg kalau mereka mau bebas,
mereka hrs membayar Rp 90.000.000 / org kepada polisi tersebut dan
kasus mereka pun secara otomatis akan ditutup. Sungguh biadab sekali
moral2 org2 itu. Perlu diketahui j g kalau didalam rutan itu d ika sih
makan sehari 2x dan nasinya bukan putih warnanya tetapi kuning.
Didalam
makanan tersebut sudah dicampur dengan bumbu supaya para napi akan
merasakan badannya lemas. Ditiap blok2 tahanan jg bebas. Mereka ada yg
memakai narkoba dan itu bisa terjadi bila mereka2 sang pengguna member
ika n uang sebagai uang tutup mulut kepada petugas2 tersebut.
Rekans, sewaktu saya dan teman2 saya ingin menjenguk pun tidak
kalah biadab nya para petugas2 tersebut. Dari pintu depan kita lapor
dan KTP kita ditaro, mereka minta uang administrasi Rp 5.000, trs
pindah loket utk taro HP karna disana kita ga blh bwh hp, kita byr
lagi
Rp 5.000, msk pintu utk pemeriksaan badan pengunjung byr lg Rp 5.000.
Sampai lah kita pada pintu terakhir dimana kita bisa bertemu dengan
teman saya tersebut. Saya dan teman2 saya msk ke sebuah ruangan. Tapi
sebelum kami bertemu dengan teman2 kami tersebut, kami hrs membayar Rp
10.000 unt uk ongkos panggil teman saya yg di sel. 10 menit berlalu
tapi
teman kami tdk kunjung datang. Petugas gadungan itu dtg lagi dan
memberitahu kami bahwa teman kami tdk ada di sel. Petugas itu
menawarkan jasanya kembali, dia akan mencari teman2 kami bila kami
membayar lagi Rp 10.000. Akhirnya dengan perasaan kesal, kami ksh lagi
uang tersebut. Sumpah!!! keadaan di ruangan tersebut bnr2 menger ika
n.
Kotor, sumpek, bau. Ternyata itulah ruangan pertemuan antara napi dan
penjenguk. Disana semua napi dan penjenguk bisa leluasa melakukan
adegan2 sronok. Ciuman bibir, pegang2 alat2 vital, mereka smua tdk
malu
utk melakukan hal tersebut. Mungkin smua itu bentuk pelampiasan rasa
rindu antara si napi dan si penjenguk. Yang lebih parahnya lagi, bagi
para napi yg menerima tamu, mereka diwajibkan membayar uang Rp 50.000
ke petugas. Jadi setelah selesai bertemu dengan teman saya tersebut
mereka kami beri uang Rp 100.000 utk mereka msk lagi kedalam. Kalau
mereka tdk membayar, mereka akan dipukuli. Sungguh biadab nya negara
kita ini!!!
Perlu diketahui juga didepan pintu masuk tertulis " TIDAK DIPUNGUT
BIAYA
APAPUN". Tapi apa kenyataan nya???
12 September 2008
Labels: journals